Senin, 20 Desember 2010

Setelah hujan meteor geminids beberapa waktu lalu, fenomena langit berikutnya akan menghampiri warga bumi pada malam ini, 20 hingga 21 Desember 2010 dini hari, yakni gerhana bulan total. Langit malam selama beberapa saat akan gelap karena absennya bulan.


Gerhana ini merupakan gerhana bulan total satu-satunya pada tahun 2010. Gerhana bulan total terakhir terjadi pada tanggal 20 Februari 2008, sedangkan dua gerhana bulan total diperkirakan akan terjadi pada tahun 2011.

Minggu, 19 Desember 2010

Alam Semesta Sudah Ada Sebelum Big Bang


Kebanyakan ilmuwan percaya bahwa alam semesta tercipta lewat proses Big Bang yang terjadi pada 13,7 miliar tahun yang lalu. Bintang dan galaksi tercipta lebih kurang 300 tahun setelah Big Bang. Sementara itu, Matahari tercipta 3,7 miliar tahun yang lalu.

Namun, Profesor Roger Penrose dari Oxford University dan Professor Vahe Gurzadyan dari Yerevan State University di Armenia memiliki pendapat lain. Mereka berpendapat bahwa alam semesta sudah ada sebelum peristiwa Big Bang. Mereka mengatakan, alam semesta sebenarnya tercipta lewat proses yang disebut siklus aeon, yang berarti masa atau kehidupan. Dalam siklus tersebut, terjadi peristiwa-peristiwa alam yang akan berujung pada berakhirnya sebuah aeon dan dimulainya aeon baru.

Pendapat tersebut dilontarkan setelah kedua ilmuwan melihat citra yang ditampilkan Wilkinson Microwave Anisotophy Probe di CMB. Para ilmuwan menemukan 12 contoh lingkaran konsentris yang memiliki lima "cincin" yang bisa menjadi petunjuk adanya lima peristiwa masif dalam sejarah.

Mereka percaya, cincin itu menunjukkan radiasi gelombang yang berasal dari peristiwa alam supermasif dari aeon sebelum Big Bang terakhir (13,7 miliar tahun lalu). Dengan demikian, mereka mengungkapkan bahwa siklus aeon didominasi oleh peristiwa alam supermasif tersebut.

Pendapat kedua ilmuwan dinamai "Conformal Cyclic Cosmology". Dalam peristiwa alam supermasif yang terjadi, black hole akan "memakan" seluruh materi yang ada di dunia. Ketika semuanya telah termakan, hal yang tersisa hanyalah energi, sesuatu yang memicu terjadinya Big Bang berikutnya dan aeon atau masa kehidupan baru.

"Saya mengatakan, aeon kita sekarang adalah semacam proses suksesi bahwa suatu masa yang dimaknai sebagai masa depan di aeon sebelumnya sebenarnya adalah Big Bang di aeon kita," kata Penrose seperti dilansir BBC. Pendapat kedua ilmuwan itu dipublikasikan dalam laman arXiv.org.

Selasa, 14 Desember 2010

Bintang Kaya "Berlian Palsu" Diteliti


Tim astronom dari Armargh Observatory di Irlandia Utara menemukan sebuah bintang yang kaya unsur zirkonium, jenis material yang biasanya dipakai untuk membuat berlian palsu. Mereka menemukan hal tersebut ketika sedang berusaha mencari petunjuk kimia tentang kurangnya kelimpahan hidrogen pada beberapa golongan bintang yang akan mati.

"Sangat mengesankan bisa menemukan adanya tanda keberadaan unsur kimia baru dalam data kami. Kelimpahan yang ditemukan di bintang ini, dan saya harap juga di bintang lainnya, menawarkan sebuah alat untuk mempelajari evolusi bintang yang sangat sulit untuk diobservasi secara langsung," kata Simon Jeffrey dari Armargh Observatory.

Menggunakan data yang didapat dari Anglo-Australian Telescope di the Siding Spring Observatory, New South Wales, Australia, tim tersebut melakukan observasi terhadap bintang LS IV-14 116 yang berjarak 2.000 tahun cahaya dari matahari.

Para astronom menggunakan teleskop tersebut untuk mendispersikan cahaya bintang menjadi spektrum. Gambarannya, setiap unsur atau molekul yang terdapat memiliki spektrum cahaya tertentu sehingga manusia di Bumi bisa membedakan komposisi dari bintang dengan melihat spektrum cahayanya.

Sesuai dugaan para ilmuwan, spektrum LS IV-14 116 memiliki garis-garis yang sulit untuk diidentifikasi. Lewat pengamatan yang rumit, akhirnya ditemukan bahwa empat di antara garis-garis itu berkaitan dengan bentuk zirkonium yang hanya eksis pada temperatur di atas 20.000 derajat celsius.

Alan Hilbert dari Queen's University Belfast mengomputasikan model zirkonium atom tersebut untuk memperkirakan kelimpahan zirkonium. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa kelimpahan zirkonium di bintang ini 10.000 kali lebih tinggi dibandingkan dengan matahari. Artinya, 1 atom di antara 200.000 atom yang dijumpai adalah zirkonium. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa beberapa garis spektrum yang tak teridentifikasi menunjukkan unsur strontium, germanium, dan yttrium.

Tim astronom dari Armargh mengatakan, kelimpahan zirkonium yang tak biasa disebabkan formasi lapisan awan di atmosfer bintang tersebut. Atmosfer bintang tersebut sangat kaya logam yang lebih berat daripada kalsium pada lapisan tertentu, tetapi sangat miskin unsur-unsur tertentu di lapisan lainnya.

Para ilmuwan juga mengatakan, bintang tersebut mengerut dari yang sebelumnya merupakan bintang dingin yang berukuran besar menjadi bintang panas yang berukuran lebih kecil. Ketika bintang mengecil, beberapa unsur naik ke atmosfer menuju lapisan atmosfer tempat unsur tersebut mudah terlihat.

Kebanyakan bintang seperti matahari memiliki 10 atom zirkonium di setiap sejuta atom silikon. Diperkirakan, berat atom zirkonium di bintang tersebut adalah 4 miliar ton, 4.000 kali lebih tinggi daripada produksi tahunan zirkonium di dunia.

"Kekayaan zirkonium pada bintang ini sangat mengejutkan. Kami tak memiliki penjelasan mengapa bintang ini lebih unik daripada bintang biru yang ditemukan selama ini," kata Naslim, yang memimpin tim penelitian terhadap bintang tersebut.